Bawaslu Maluku Menyambut Hangat Kunjungan Siswa SESKOAD TNI
|
AMBON- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku menyambut hangat kunjungan siswa SESKOAD TNI. Kunjungan yang berlangsung pada rabu, 24 April, pukul 16:00 WIT diterima langsung oleh Komisioner Bawaslu Maluku, Paulus Titaley ST,SH.,MH dan Kepala Sekretariat Dr. La Bayoni, S.IP.,M.Si.
Kolonel Infanteri Rohadi, selaku Ketua Tim dan Perwira Penuntun dalam perkenalannya kepada Komisioner, para Kasubag dan staff Bawaslu yang hadir mengatakan bahwa kunjungan seperti ini sudah sering dilakukan. “biasa ini kami lakukan untuk menambah pemahaman para siswa SESKOAD saat bertugas nantinya. jumlah siswa SESKOAD yakni 281 siswa yang terbagi menjadi enam belas kelompok, dan yang mengunjungi Maluku adalah kelompok ini,” terang pria dengan tiga melati di pundak ini.
Perwira yang sebelumnya pernah bertugas di Maluku sebagai Komandan Batalyon 734 Saumlaki ini juga menjelaskan bahwa siswa siswa SESKOAD yang hadir dalam kunjungan tersebut berasal dari berbagai satuan dalam tubuh TNI AD. “ini juga merupakan bagian dari salah satu mata kuliah, tentunya apa yang kami dapatkan disini nantinya akan dibuat kajian-kajian dalam rangka sinergitas TNI, Polri dan Pemerintah Daerah dalam menciptakan stabilitas wilayah yang aman,” lanjutnya.
Pada pertemuan tersebut, juga dilakukan pemaparan strategi, hasil-hasil pengawasan, dan juga penyampaian proses tahapan Pemilihan Gubernur Tahun 2018, oleh Bawaslu yang disampaikan oleh Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Paulus Titaley. Menurutnya Provinsi Maluku yang merupakan wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri bagi Bawaslu dalam melakukan kerja-kerja pengawasan. “dalam hal pengawasan, Bawaslu memainkan dua strategi yakni pencegahan dan penindakan. ada potensi pelanggaran, kita cegah, bisa melalui sosialisasi tatap muka ataupun kerjasama dengan media, terkait dengan bagaimana ketentuan yang melarang maupun yang dibolehkan dan jika nantinya ditemukan pelanggaran, maka akan ditangani oleh Sentra Gakkumdu,” jelas pria yang biasa disapa Ilop ini.
Keterbatasan jumlah Komisioner dan Pengawas di daerah juga menjadi hal yang disampaikannya. “Dari sisi jumlah, kami memang terbatas. Di provinsi kami hanya bertiga, dikabupaten dan Kota juga berjumlah tiga orang. Olehnya itu jalan lain yang kami tempuh adalah melakukan kegiatan forum warga dalam rangka mendorong partisipasi masyarakat dalam hal pengawasan partisipatif,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi dan Tanya jawab denga para siswa SESKOAD, Pria yang pernah menjabat sebagai ketua Panwas Kota Ambon ini juga mengatakan pentingnya netralitas ASN, independesi Pengawas Pemilu, hingga Koordinasi dan sinergitas antara Bawaslu, Pemda maupun pihak terkait selama ini berjalan dengan sangat baik sehingga tercipta stabilitas wilayah yang aman. “Kominikasi kami dengan Pemerintah Daerah berjalan dengan sangat baik, misalnya dengan SatPol PP terkait dengan penertiban alat peraga, maupun dengan Dinas Kependukan dan Catatan Sipil dalam hal pengawasan pemutakhiran data pemilih, olehnya itu peran Disdukcapil sangat penting,” tandasnya (Halim)