Bawaslu Maluku Perkuat Edukasi Politik Mahasiswa Jelang Pemilu 2029
|
Konsolidasi Demokrasi dan Edukasi Politik menjelang Pemilu 2029 bersama mahasiswa komunitas pengajian di Desa Poka
Humasbawaslumaluku-Bawaslu Provinsi Maluku menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi dan Edukasi Politik menjelang Pemilu 2029 bersama mahasiswa komunitas pengajian di Desa Poka, Kamis (05/02/26). Kegiatan ini menghadirkan Anggota Bawaslu Provinsi Maluku, Daim Baco Rahawarin, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Daim menjelaskan perbedaan antara pemilihan dan pemilu. “Pemilihan itu merujuk pada Pilkada, yaitu pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota, sedangkan pemilu mencakup pemilihan Presiden–Wakil Presiden serta anggota legislatif,” ujarnya.
Ia juga menyinggung dinamika sistem kepemiluan pasca-2024, khususnya arah putusan Mahkamah Konstitusi yang mengarah pada pembagian rezim pemilu nasional dan pemilu lokal. “Ke depan ada kecenderungan pemilu nasional dipisahkan dengan pemilu lokal, yang di dalamnya termasuk Pilkada dan pemilihan legislatif daerah,” kata Daim.
Menurut Daim, pengalaman tahun 2024 menjadi momentum penting karena pemilu dan Pilkada berlangsung dalam tahun yang sama. “Meski tahapan sudah selesai, kerja pengawasan tidak berhenti. Justru pascapemilu menjadi ruang untuk memperkuat konsolidasi demokrasi melalui edukasi politik,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya peran pemilih pemula sebagai bagian dari pengawasan partisipatif. “Pemilih pemula harus bisa menjadi mata dan telinga demokrasi, peka terhadap kerawanan, dan berani melaporkan jika ada potensi pelanggaran,” tegas Daim.
Salah satu kerawanan yang perlu diwaspadai, lanjut Daim, adalah praktik politik uang. “Politik uang tidak selalu berupa uang tunai, bisa juga berbentuk sembako, pulsa, atau bantuan tertentu. Jika dibiarkan, ini akan merusak kualitas demokrasi,” katanya.
Menutup kegiatan, Daim mengajak mahasiswa dan generasi muda membangun budaya diskusi tentang demokrasi secara berkelanjutan. Bawaslu Provinsi Maluku berkomitmen melanjutkan program edukasi politik guna memperkuat partisipasi publik dan menjaga kualitas demokrasi.
Penulis dan Foto : Gema
Editor : Akbar. S