Di Banda, Bawaslu Maluku Gelar Konferensi Pengawasan Pemilu Bersama Mahasiswa
|
humasbawaslumaluku- dalam rangka menciptakan pemilu yang adil, jujur dan bermartabat serta meningkatkan Akuntabilitas, maka Bawaslu perlu mengawal dan melakukan pencegahan terhadap pelanggaran di setiap sub tahapan pada pemilihan umum serentak tahun 2024.
Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan oleh Bawaslu adalah dengan melakukan kerja sama, koordinasi dan kolaborasi yang baik dengan kalangan pemuda dan mahasiswa.
Bertempat di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (12/12/2022) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku menggelar konferensi pengawasan bersama mahasiswa dalam bentuk lomba Call For Essay.
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatkan pengawasan partisipatif dikalangan mahasiswa melalui kerja sama, kolaborasi dan memberikan ruang untuk mahasiswa dalam menyampaikan gagasan terkait peningkatan pengawasan partisipatif menuju pemilu yang bermartabat yang dituangan melalui lomba Call For Essay.
“Ucapan apresiasi yang tinggi kepada peserta yang telah mendaftar dan lolos menjadi presenter pada hari ini. Kami di Bawaslu Provinsi sudah membaca tulisan2 dari adik-adik sekalian dan sangat menarik,” Ujar Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, Subair dalam sambutannya.
Pria bertitel Doktor ini mengatakan pengawasan Pemilu itu bukanlah semata tugas dan tanggungjawab dari Bawaslu saja. Olehnya itu, selain melakukan pengawasan, Bawaslu juga diberikan kewajiban untuk menggalang partisipasi seluruh warga negara dalam melakukan pengawasan pemilu yang dikenal dengan istilah pengawasan partisipatif.
“Seluruh komponen, semua pihak, kita gugah untuk ikut mengawasi Pemilu termasuk mahasiswa yang kita sebut hari sebagai generasi Z,” jelasnya.
Subair mengatakan pentingnya peran dan kontribusi pemuda dalam menyukseskan Pemilu melalui pengawasan partisipatif. Dikatakannya, peran pemuda dianggap penting dan memiliki pengaruh besar pada Pemilu mendatang.
“Mengapa generasi Z (pemuda) itu penting, ini dapat dilihat dari beberapa tulisan yang pernah saya baca, dimana jumlah generasi Z pada pemilu tahun 2024 itu mencapai 30% dari total pemilih di indonesia dan itu jumlah yang sangat besar,” lanjut dia.
Diakhir sambutannya pria ramah ini mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut terlibat bersama Bawaslu sebagai pengawas partisipatif dalam mengawasi tahapan Pemilu 2024 yang saat ini sedang berjalan.
“Sesungguhnya pengawasan Pemilu itu bukanlah semata tugas dan tanggungjawab dari Bawaslu semata. Mengapa, karena pemilu yang baik, pemilu yang berkualitas, pemilu yang menghasilkan pemimpina yang jujur, adil dan bertanggungjawab terhadap rakyaknya menjadi tanggugjawab kita semua,” tandasnya.(**)