Dibuka Langsung Ketua Bawaslu RI, Calon Kader Diharapkan Dapat Menjadi Penggerak Pengawasan Partisipatif di Wilayah Maluku
|
humasbawaslumaluku - Pelaksanaan program Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) tahun 2021 memasuki babak baru, proses sosialisasi dan seleksi selesai dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Terjaring sebanyak 90 peserta untuk pelaksanaan pada titik satu yaitu Kota Ambon sebagai tuan rumah, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah.
Mengawali kegiatan, Anggota sekaligus Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Bawaslu Provinsi Maluku Dr. Zubair mengungkapkan bahwa untuk Tingkat Dasar digelar selama 3 hari mulai hari ini 29 Agustus 2021 dari Kota Ambon dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan dilanjutkan pada 30 sampai 31 Agustus 2021.
"Pada pelaksanaan secara tatap muka kali ini diterapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat mengikuti persyaratan dari tim gugus tugas covid-19, dilakukan vaksinasi, serta diwajibkan untuk melakukan swab antigen guna mencegah potensi penularan virus sekaligus menjadi ajang kampanye vaksinasi sesuai anjuran pemerintah bagi para peserta terpilih,” ungkapnya pada Minggu (29/8/2021).
Bertindak sebagai tuan rumah, Walikota Ambon Richard Louhenapessy turut serta hadir dan menyambut baik, yang mana berubahnya status menjadi zona kuning menjadi angin segar untuk mulai tumbuh kembali kegiatan ekonomi dan sosial kemasyarakatan, antara lain dapat diselenggarakannya Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat Dasar yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon ke-446 dengan mengusung tema “Ambon Tangguh” terutama tangguh dalam bidang politik melalui proses pendidikan politik yang baik dan berkualitas melalui kegiatan ini.
Bertempat di Swiss-Bellhotel Ambon, Ketua Bawaslu RI Abhan Misbah secara langsung membuka kegiatan yang diproyeksikan akan mencetak kader-kader muda pengawas partisipatif dalam mendukung kerja-kerja Bawaslu pada khususnya dalam menyongsong tahapan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024 yang dirasa memiliki tantangan yang sangat berat. “Keserentakan pemilu dan pemilihan tahun 2024 dengan menggabungkan 7 jenis pemilu menjadi tantangan bagi kami di jajaran Bawaslu,” terangnya.
Menurutnya, dengan mengajak para calon kader yang merupakan generasi milenial ini diharapkan dapat menjadi penggerak pengawasan partisipatif di lingkungan terdekatnya serta mampu menyebarkan virus-virus pengawasan di tengah masyarakat.
“Kami Bawaslu, menaruh harapan dan peran aktif dari para calon kader pengawas partisipatif secara bersama-sama mengawasi jalannya tahapan pemilu sehingga mencegah peserta pemilu untuk berbuat curang seperti praktik politik uang, ujaran kebencian, politisasi SARA dan HOAX yang masih marak terjadi,” ujar pria yang telah lama berkecimpung dalam dunia pengawasan pemilu, serta pernah menjabat sebagai Ketua Panwaslu Provinsi Jawa Tengah ini.
Kegiatan secara resmi dibuka dengan ditabuhnya Tifa (alat musik khas Indonesia Bagian Timur khususnya Maluku) dan dilanjutkan dengan Seminar Peningkatan Keterlibatan Masyarakat dalam Pengawasan Partisipatif Pemilihan Umum.(riz)