Ingatkan Pentingnya Peran Pemuda, Frits Siregar: Suarakan Kebenaran Dengan Terlibat Dalam Proses Politik
|
humasbawaslumaluku - Pemuda merupakan penerus perjuangan untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Pemuda menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu bangsa dengan ide-ide ataupun gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat. Pemuda hendaknya menyadari bahwa di tangan merekalah harapan bangsa Indonesia dipertaruhkan.
Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Frits Edwar Siregar saat menjadi pembicara dalam acara diskusi dengan tema ‘Pemuda, Demokrasi dan Pemilu 2024 ’yang diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon. Sabtu (28/08/2021) di Ambon.
Pria yang akrab disapa Frits ini mengatakan bahwa dalam proses demokrasi, partisipasi masyarakat menjadi komponen utama dari setiap proses perubahan yang sedang terjadi. Tanpa ada dukungan masyarakat, sebuah proses perubahan demokrasi yang coba dilakukan tidak akan terjadi. Lanjut dia, menjadi pertanyaan adalah dimana peran pemuda dari semua ini? Tentunya Peran pemuda untuk terlibat dalam setiap proses politik menjadi mutlak diperlukan dalam menjaga kualitas berdemokasi. Menurutnya semua pemuda pempunyai kesempatan dalam mendukung proses demokrasi. Dengan pendidikan dan ilmu yang dimiliki, akan banyak cara yang dapat dilakukan.
“Memantau dan ikut mengawasi setiap tahapan pemilu dan berani dalam menyuarakan kebenaran jika dalam prosesnya ditemukan kesalahan ataupun kecurangan, karena pemuda adalah faktor peruabahan,” ujarnya.
Frits bilang, melakukan sebuah perubahan dibutuhkan sebuah system dan satu kesatuan, dimana proses ini tidak akan dapat dilakukan secara sendiri. Dalam setiap prosesnya peran pemuda mempunyai makna yang signifikan dalam tahapan Pemilu. Tahapan Pemilu 2024 yang akan segera dimulai menjadi titik awal generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa ini. Menjadi kewajiban bagi generasi muda harus mengawal pembangunan bagi pemimpin yang nantinya terpilih.
“Apakah pemuda yang ada mau menjadi menyelnggara pemilu, apakah pada pemuda yang ada mau menjadi anggota partai politik, atau adakah peran pemuda yang mau melakukan oposisi pada pemerintah pasca sebuah proses pemilihan, dan apakah ada para pemuda yang tetap mengkritik proses penyelenggaraan pemilu untuk bisa lebih baik lagi, kesemunya itu merupakan hal yang positif jika dilakukan dengan didasari tujuan yang baik,” lanjut dia (*)