Lompat ke isi utama

Berita

Menyambut HUT RI Ke-75, Bawaslu Maluku bersama Tokoh Perempuan Gelar Diskusi Publik.

Menyambut HUT RI Ke-75, Bawaslu Maluku bersama Tokoh Perempuan Gelar Diskusi Publik.

Menyambut HUT RI Ke-75, Bawaslu Maluku bersama Tokoh Perempuan Gelar Diskusi Perempuan dalam Perspektif Kemerdekaan.

AMBON. humasbawaslumaluku. - Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku dan Yayasan Permata Maluku menggelar diskusi daring (online) bagi Perempuan Maluku dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan RI ke-75. Sabtu, (15/08).

Kegiatan diskusi daring (online) yang dilaksanakan  oleh Bawaslu Provinsi Maluku dan Yayasan Permata Maluku bagi Perempuan Maluku dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2020 dengan mengangkat Tema “Perempuan dalam Perspektif Kemerdekaan”.

Hadir pada diskusi tersebut perwakilan para Penyelengara Pemilu (KPU/Bawaslu), Aktivis Perempuan, Pers, Praktisi, Profesional, Akademisi dan Tokoh Perempuan Maluku sebagai peserta diskusi dan sebagai Narasumber antara lain : Anggota Bawaslu Provinsi Maluku (Astuty Usman/Marasabessy, S.Ag. MH), Ketua Yayasan Permata Maluku (Dr. Mike Rolobessy, M.Si), Akademisi Universitas Pattimura ( Prof. Dr. Ir. Aphrodite Milana Sahusilawane), Peneliti Senior (Prof. Dr. Siti Zuhro), Koordinator Maju Perempuan Indonesia (Dra. Hj. Lena Mukti), Kepala Dinas PPPA Prov.Maluku (Dra. Halima Soamole) dan Sekretaris Fatayat NU Provinsi Maluku (Hilda Rolobessy, SE.,M.Si) sebagai Moderator.

Anggota Bawaslu Provinsi Maluku (Astuty Usman/Marasabessy, S.Ag. MH) dalam rilisnya menjelaskan Perempuan dalam Perspektif Kemerdekaan saat ini perlu menjadi refleksi bersama. bahwa kaum perempuan saat ini belum sepenuh merdeka disebabkan karena Pertama, kaum perempuan belum merdeka atas tubuhnya sendiri. Buktinya, sampai sekarang ini kaum perempuan masih menjadi sasaran kekerasan. Kedua, kaum perempuan belum merdeka untuk memasyarakat atau mengaktualisasikan dirinya sebagai warga negara di berbagai lapangan pekerjaan, seperti bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya, perempuan masih mengalami perlakuan diskriminatif walaupun UU sudah mulai memberikan kesempatan buat Perempuan. Ketiga, Kaum perempuan belum merdeka untuk mengembangkan kapasitas dirinya sebagai manusia. Tentu saja, supaya bisa mengembangkan diri, perempuan perlu memenuhi prasyarat, seperti makanan yang cukup, kesehatan yang baik, pendidikan, dan kemerdekaan untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. 

“Partisipasi perempuan dalam politik dan berbagai bidang peranannya ada pada kaum perempuan itu sendiri dimana harus memiliki talenta, gagasan nilai nilai yang brilian harus cerdas, konstributif, nilai kompetisi untuk dapat terjun dan mengabdikan diri nya. Kaum perempuan harus memiliki peranan yang kompleks tidak ada keraguan akan kemampuan dalam diri nya. Kaum Perempuan harus mampu bersaing secara sehat memiliki loyalitas, kredibilitas dan kapabilitas untuk tampil prima. Tidak hanya tuntunan yang terus menerus diteriakan tapi harus memiliki semua kemampuan diatas” tegasnya

Tuty juga mengajak kaum perempuan untuk turut berpatisipasi dalam membantu tugas-tugas Bawaslu dalam melakukan pengawasan pemilu/pemilihan,  “Ditengah  Pandemi Covid-19, Provinsi Maluku juga akan melaksanakan Pilkada serentak Tahun 2020 di 4 Kabupaten yaitu Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Maluku Barat Daya pada tanggal 9 Desember mendatang. Sehingga partisipasi perempuan dalam pilkada 2020 harus ditingkatan, tidak ada partisipasi tampa partisipasi perempuan, partisipasi perempuan akan ikut menentukan kualitas pilkada yang akan laksanakan. baik kualitas proses maupun kualitas hasil. Apapun peran kita sebagai perempuan, apakah sebagai pemilih, sebagai calon kepala daerah atau sebagai penyelengara Pemilu. kita harus memberikan kerja-kerja yang terbaik untuk hasil pilkada yang terbaik untuk Maluku”. ajaknya

Kordiv Penyelesaian Sengketa ini  juga menegaskan “bahwa Integritas, Profesionalitas sebagai Penyenggara Pemilu, peserta maupun pemilih harus kita junjung tinggi untuk mencapai kualitas Pilkada Tahun 2020 yang bermartabat di Maluku. nilai nilai perjuangan para Pahlawan di Maluku seperti Kapitan Pattimura, Martha Christina Tiahahu, Johannes Leimena, Brigjen Polisi Anumerta Karel Sasuit Tubun, Sultan Babullah, Mr. Johanes Latuharhary, Kapitan Kakiali, Willem Johannes Latumeten, dan Nuku Muhammad Amiruddin Kaicil Paparangan. marilah kita jadikan semangat mereka untuk menjaga kualitas pilkada 2020, lahirkan pemimpin yang jujur, bebas dari Politisasi SARA, amanah tanpa politik uang agak kelak mereka dapat melaksanakan tugas dengan baik, menjaga Maluku dan NKRI yang kita cintai, dan menjaga hak-hak kaum perempuan sebagai bagian dari ibu pertiwi.  Sekali lagi selamat HUT RI Ke 75 untuk kita semua dan Semoga kondisi pandemi ini cepatlah berakhir serta kita semua dapat melaksanakan akitivitas kita masing-masing. Tutupnya.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle