Pisah Sambut Komisioner Bawaslu Maluku Penuh Kenangan, Dari Berjuang Majukan Lembaga Hingga Momen Hangat Kekeluargaan
|
humasbawaslumaluku – Suasana pelataran Hotel Golden Palace tampak riuh, sejauh mata memandang banyak dijumpai lalu lalang pria dan wanita mengenakan batik, sepertinya acara lekas dimulai. Acara kali ini pertanda telah berganti estafet kepemimpinan, diantaranya Stevin Melay, akademisi nyentrik Universitas Pattimura sukses melewati proses seleksi beberapa waktu lalu mengisi kursi empuk komisioner.
Selain wajah baru, nama lama seperti Daim Baco Rahawarin menjadi tumpuan bagi terciptanya perubahan lembaga dalam mempersiapkan pengawasan pemilu yang dirasa cukup menantang, diketahui Daim sebelumnya telah memiliki pengalaman cukup lama di Bawaslu Kota Ambon. Melalui sambutannya Ketua Bawaslu Maluku, Subair mengatakan hanyalah perpisahan formal, namun tidak dengan hatinya yang masih bersama-sama dengan para sahabatnya yang tengah purna bakti.
Dia mengulas ketiga eks pimpinan yang sudah membersamai dalam menjalankan tugas keseharian. Sebagai satu-satunya perempuan, momen dengan Astuti Usman begitu membekas di benaknya, bagaimana tidak, empat tahun sudah telah mengabdikan diri. “Kita akan sulit menemukan sosok perempuan seperti Bu Tuti, beliau adalah seorang yang sangat cepat belajar, Saya yakin beliau tetap eksis dimana pun berada,” kenangnya pada malam pisah sambut Anggota Bawaslu Provinsi Maluku 2017-2022/2022-2027, Sabtu (1/10).
Pada divisi pengawasan, tak lengkap rasanya kalau belum menyebut Paulus Titaley, karakter tegas, kecakapan dan keterampilan pengawasan dimiliki tidak diragukan lagi bahkan dapat dikatakan yang terbaik di Maluku.
Kepribadian baik dan lurus terhadap aturan melekat pada Abdullah Ely, pria yang menukangi bidang Hukum, Humas, Data dan Informasi turut andil mengantarkan Bawaslu Maluku mendapat predikat menuju informatif, anugerah keterbukaan informasi publik setahun silam. Di sisi lain, Thomas Tomalatu Wakano, salah satu lokomotif yang masih tetap bertahan sampai saat ini, Bair tidak dapat membayangkan jika tidak ada Thomas, kapasitas hukum maupun penanganan pelanggaran yang dikuasainya komplit.
Terlihat Bair sempat meneteskan air mata tatkala mengingat kisah berjuang jatuh bangun memajukan Bawaslu Maluku bersama-sama, terima kasih terucap atas jasa sebagaimana telah dicurahkan. Masih dalam suasana haru, Tuti beranggapan, upaya dalam membangun dan mengenalkan kepada publik bukan perkara yang mudah, dia berharap susunan personil baru dapat terus melanjutkan program yang ada, sehingga terjadi kesinambungan.
Keberhasilannya mengomandoi jajaran, tak terlepas dari peran seluruh pegawai yang mendukung kinerjanya, apresiasi khusus diberikan kepada para staf karena telah memberikan pengorbanan serta dedikasi secara total. “Kepercayaan merupakan kekuatan yang kita miliki, kita tidak akan pernah sukses dan bahagia jika kita tidak ada kepercayaan yang telah diberikan staf kepada kami (komisioner), teruslah melakukan hal yang hebat dan baik untuk dilanjutkan. Kalian semua telah banyak menginspirasi,” tuturnya terisak.
“Perjalanan ini, tidak mungkin Saya berhasil dan sukses membawa lembaga ini tanpa kerja sama yang baik,” lanjut Tuti.
Kisah mengesankan juga dialami oleh Paulus Titaley, Poli menceritakan kali pertama saat masih menjabat, bahkan merintis karir dari bawah mendaftar pengawas pada tahun 2003, yang menunjukkan betapa berpengalaman dalam dunia pengawasan pemilu. Sebagai pengawas pemilu mesti mengutamakan pemikiran matang baru bertindak, sehingga tindakan berjalan sesuai ketentuan. Pentingnya mendorong agar menjadi lembaga pengawas pemilu yang maju, kualitas kinerja perlu dikedepankan oleh masing-masing pribadi.
Kepeduliannya terhadap Bawaslu tak pernah pudar, pasalnya pesan dan arahan terus diberikan mengingat rekrutmen panwascam sedang berjalan. “Penyelenggara ad hoc perlu dilakukan pembinaan, karena tantangan pemilu 2024 berbeda dengan sebelumnya, utamakan yang berpengalaman sehingga siap untuk melakukan kerja-kerja pengawasan secara optimal,” katanya.
Permintaan maaf diutarakan kepada Bawaslu kabupaten/kota, karena dengan ketegasannya membuat para staf di bawah ketar-ketir, namun itu semua semata-mata agar bekerja secara maksimal berpatokan regulasi atau hukum. Disinggung soal kemana akan melanjutkan langkahnya, Poli mengaku memilih menekuni dunia akademis dengan mengajar di kampus, tepatnya di politeknik negeri ambon, almamaternya dahulu selama menempuh pendidikan tinggi.
Ditanya perihal aktivitas pengawasan yang telah lama digeluti, laki-laki yang hobi otomotif tergabung dalam Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini, akan senantiasa terlibat mengawasi dimana pun bernaung. Sebagai bagian dari rakyat, akan tetap aktif melakukan pemantauan sebagai ruang partisipasi.
Malam semakin larut, tepuk tangan tak henti-hentinya diberikan oleh seisi ruangan tatkala Umar Al Khatiri melangkahkan kakinya menuju podium depan mimbar. Sikap tak biasa ditunjukkan Ketua Bawaslu Kabupaten Buru Selatan tersebut, Umar tampak sendu, tak lain disebabkan karena tidak lagi mendengar instruksi yang dilontarkan oleh karib sekaligus panutannya Paulus Titaley.
Sepatah kata diungkapkannya karena merasa banyak peningkatan kinerja selama eranya memimpin. “Ilmu dan bimbingan yang telah diberikan sangat berguna dan bermanfaat bagi Bawaslu kabupaten/kota, komisioner lama tidak akan pernah dilupakan,” pungkasnya.