Rakor Pemutakhiran DPB, Astuti Usman: Penyamaan Persepsi Untuk Data Yang Valid
|
humasbawaslumaluku – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku melaksanakan Kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) Di Provinsi Maluku Tahun 2021, Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (10/03/2021) bertempat di Hotel Golden Palace, Ambon.
Kegiatan dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Maluku (Drs. Lucky Wattimury, M.Si), Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Maluku (Drs. Mustafa Sangadji, MM), Ketua Bawaslu Maluku (Astuti Usman, S.Ag., MH), Kordiv PHL (Paulus Titaley, ST., SH., MH), Kordiv PP (Thomas T. Wakanno), Kabag Pengawasan (Siti A Rolobessy, S.STP). sementara Peserta pada Kegiatan ini adalah Komisioner Bawaslu 11 Kabupaten/Kota Provinsi Maluku, KPU 11 Kabupaten/Kota Provinsi Maluku (masing-masing Kabupaten/Kota 1 Orang), Disdukcapil 11 Kabupaten/Kota Provinsi Maluku (masing-masing Kabupaten/Kota 1 Orang).
Sementara narasumber yang memaparkan materi pada kegiatan ini adalah : Drs. Lucky Wattimury, M.Si, Drs. Mustafa Sangadji, MM, Khalil Tianotak, SE dan Paulus Titaley, ST., SH., MH.
Anggota KPU Provinsi Maluku, Khalil Tianotak, dalam sambutannya, mengatakan bahwa Data Pemilih Berkelanjutan yang dimutakhirkan bukan hanya lewat metode sensus saja, tetapi dilakukan dengan berkordinasi dnegan Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan instansi terkait.
“Kordinasi kami lakukan secara berkala, untuk kemudian dimutakhirkan setiap bulannya,” terang dia.
Khalil bilang, dalam Pemilihan serentak tahun 2024 nanti, penyelenggara pemilu dituntut untuk bekerja lebih keras terutama dalam dalam mengawal data pemilih.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, Astuti Usman dalam sambutannya saat akan membuka kegiatan mengatakan bahwa perlu ada penyamaan persepsi sehingga dapat menghasilkan data pemilih yang valid.
“Menjadi tugas dan tanggungjawab kita dalam menyelesaikan data pemilih, ini dilakukan dengan melibatkan DPRD, KPU dan Disdukcapil,” ujar dia.
Menurut prerempuan yang akrab disapa Tuti ini mengatakan, saat memasuki tahapan pemilihan satu satu problematika yg paling krusial adalah Data Pemilih. Kata dia, esensi dari pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini bertujuan untuk memperbaharui data pemilih seperti menambahkan pemilih baru yang belum terdaftar di daftar pemilih, pemilih yg tidak memenuhi syarat dan perubahan elemen data pemilih secara berkelanjutan.
“Untuk itu dengan adanya kegiatan ini kita dapat bersama2 mengawal Data Pemilih, hingga hak pilih masyarakat dapat tetap terjaga,” pinta dia (end)