Rapat Optimalisasi Peran dan Fungsi Kehumasan Bawaslu Tahun 2020
|
humasbawaslumaluku-Humas harus bisa membangun opini yang positif, persepsi yang baik kepada masyarakat, dimana humas menjadi garda terdepan lembaga dalam hal pemberitaan terkait kinerja yang telah dan akan dilakukan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Republik Indonesia, Hengki Pramono saat menjadi narasumber pada rapat daring Optimalisasi Peran dan Fungsi Kehumasan Bawaslu. Senin, 15 juni 2020.
Rapat yang dihadiri oleh Pimpinan Bawaslu Provinsi Maluku dan Bawaslu Kabupaten kota serta staf yang membidangi khumasan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kehumasan dalam hal teknis pemberitaan dan dokumentasi. Sehingga menurutnya dengan kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni, humas mampu menampilkan citra lembaga pada masyarakat.
“saat mengunjungi kantor atau lembaga, biasanya yang dihubungi humas. humas menjadi tempat dimana publik atau masyarakat datang untuk mengakses informasi, untuk itu humas haruslah terdapat pada semua lini, level dan divisi agar dapat mengetahui kerja dan kegiatan apapun yang akan telah dan akan dilakukan,” terangnya.
Dia mengharapkan agar staf yang membidangi humas pada provinsi dan kabupaten kota untuk dapat meng update informasi setiap saat dimana tahapan Pemilihan kepala daerah telah berjalan.
“menjadi tanggungjawab kita bagaimana dalam membrending lembaga agar bisa dikenal secara luas, masyarakat bisa mengetahui tugas-tugas yang kita lakukan khususnya dalam mengawal tahapan proses Pemilihan Kepala Daerah” lanjutnya.
Di akhir materi, pria yang akrap disapa Hengki ini menyampaikan dalam menjalankan kerja kehumasan tentunya ada saja kendala yang biasanya dialami. Terlepas dari hal tersebut, Hengki meminta kepada kepada humas pada provinsi dan kabupaten agar dapat bekerja dengan baik dan disertai dedikasi tinggi.
“tidak terlepas dari macam kendala apakah itu dari segi aparatur, dari segi pembiayaan, kapasitas kita mengelola pemberitaan berupa informasi dalam mengelola data-data pasti akan berbeda-beda. Stigma-stigma negative, artinya bagaimana birokrasi pada suatu lembaga pemerintahan terkadang terkesan kaku. Sehingga kita bagaimana berupaya sebisanya untuk out of the box, bagaimana kita bisa keluar dari mindset tersebut bahwa kita humas bisa memjadi bagian atau pemberi informasi kepada masyarakat yang bisa lebih responsive untuk cepat” tutupnya (hps).