Sinergi Bawaslu Maluku dan Mafindo, Tangkal Hoaks Jelang Pemilu 2024
|
humasbawaslumaluku-Menjelang Pemilu serentak tahun 2024, berbagai isu politik santer merebak. Disayangkan, momentum pesta demokrasi ini sengaja dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk menyebar hoaks, yakni informasi yang mengandung isu menyesatkan yang sengaja menggiring opini seolah-olah benar tetapi faktnya adalah berita bohong. Hoaks tak hanya dimanfaatkan penyebar untuk mengambil keutungan tetapi juga merugikan orang lain.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, Subair saat menerima kunjungan Masyarakat Anti Fitnah (Mafindo) di ruang kerjanya, Rabu (16/11/2022). Dalam pertemuan itu, Subair yang didampingi Anggota Bawalu Provinsi Maluku, Daim Baco Rahawarin mengatakan kahadiran Mafindo dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait banyaknya berita bohong dan isu-isu menyesatkan yang biasanya muncul menjelang Pemilu.
“Kami menyambut baik kehadiran teman-teman sekalian, mudah-mudahan silaturahmi seperti ini dapat terus terjalin, perlu untuk menciptakan banyak ruang dalam bentuk kerja kolektif untuk bersama-sama dalam memerangi hoaks” ujar Subair.
Pria yang pernah menjabat sabagai Pimpinan Bawaslu Kota Ambon ini mengatakan, Bawaslu mempunyai program sosialisasi pengawasan partisipatif. Dia berharap nantinya dapat disinergikan dengan program Mafindo sehingga ada satu kegiatan bersama terkait dengan hoaks ini.
“Perlu ada satu kegiatan dengan pelibataan kedua belah pihak, nantinya materi yang disampaikan dapat memberikan penguatan kepada peserta terkait topik yang disampaikan,” lanjut dia.
Koordinator Wilayah Mafindo Maluku, Rosda Leikawa dalam kesempatan itu menyampaikan terimasihnya kepada Bawaslu Provinsi Maluku yang telah menyempatkan waktu untuk pertemuan tersebut. Rosda mengatakan Mafindo telah menjalin kerjasama dengan berbagai komunitas yang semua dilakukan untuk membangun daya berpikir kritis masyarakat.
Dikatakan Rosda, Mafindo adalah organisasi yang bergerak untuk memerangi hoaks di Indonesia yang setiap harinya bermunculan, salah satunya masalah kepemiluan. Mafindo memberikan literasi kepada masyarakat dan memberi fakta atau kebenaran dari suatu hoaks yang sedang terjadi.
Rosda bilang, saat ini Mafindo Maluku akan menjalankan sebuah program yang berfokus terhadap kurikulum literasi media untuk pengembangan perpikir kritis. Tular Nalar bagi lansia adalah program Mafindo yang menawarkan kurikulum literasi media sebagai sarana mewujudkan latihan-latihan untuk berpikir kritis yang diwujudkan dalam berbagai pembelajaran.
“Tujuan dari program Tular Nalar ini adalah medorong lansia untuk mampu berpikir kritis sehingga tidak terjebak dalam penipuan digital hoaks dan ujaran kebencian dan menjadi agen literasi bagi lingkungannya,” terang Rosda.
Dalam pertemuan itu Rosda berharap ada keterlibatan dari Bawaslu dalam program dimaksud.
“Menjelang Pemilu seperti ini biasanya banyak hoaks yang muncul, harapan kami pada pelakasanaan kegiatan Tular Nalar ini, ada keterlibatan Bawaslu untuk juga bisa mengedukasi masyarakat terkait dengan informasi Kepemiluan,” pungkas Rosda.