Lompat ke isi utama

Berita

Tangkal Hoaks Jelang Pemilu Dengan Literasi Digital, Begini Kata Firman Kurniawan

Tangkal Hoaks Jelang Pemilu Dengan Literasi Digital, Begini Kata Firman Kurniawan

humasbawaslumaluku-Penggunaan media sosial dianggap sebagai sarana paling ampuh dalam menyebarkan berbagai informasi bohong atau hoaks, terlebih saat ini bangsa Indonesia sedang menyongsong Pemilihan Umum Tahun 2024 yang tahapannya telah dimulai sejak Juni tahun lalu. Olehnya itu perlu ditingkatkan upaya literasi digital bagi masyarakat dalam menangkal berbagai hoaks yang sering menghiasi dinding laman media sosial.

Hal tersebut disampaikan pakar pemerhati komunikasi digital Firman Kurniawan saat menjadi narasumber pada Podcast Bawaslu Ep. 14  Pemilu di Ujung Jari: Menguatkan Literasi Digital. Menurutya literasi digital adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk memberikan pemahaman bagi banyak orang untuk menggunakan perangkat mobile dengan baik sesuai dengan tujuan penggunaannya.

“Meski hanya perangkat atau alat, tetapi ketika itu digunakan sesuai dengan adab sopan santun dalam berkomunikasi karena akan sangat berdampak ketika informasi informasi disebarkan. Untuk itu perlu dipastikan bahwa informasi yang akan disebarkan tidak merusak, mengganggu dan menyebabkan kesalahpahaman bagi orang lain,” jelas Firman.

Dikatakannya, literasi digital kepemiluan bisa terlaksana secara maksimal apabila sedari awal pengguna perangkat digital mamahami bahwa pesan yang disampaikan dapat menimbulkan dampak baik dan buruk bagi masyarakat. Tentu saja jika berdampak baik, maka itu menjadi tujuan. Namun kata dia jika itu berdampak buruk, maka harus dicegah.

Pria yang juga kesehariannya sebagai staf Pengajar para Universitas Indonesia ini berharap literasi digital kepemiluan dapat meningkatkan transparansi dan integritas sehingga msyarakat dapat dengan jelas memilih kandidat pada Pemilu 2024 nanti.

“Transparansi adalah kunci, ini bisa tercapai dengan suatu bentuk informasi yang cukup bagi publik yang akan memilih kandidat, bahwa mereka yang nantinya terpilih menjadi pengelola negara, sadari awal sudah kita ketahui kemampuan dan rekam jejaknya. Inilah saya saya maksud dengan transparansi,” lanjut dia.

Diakhir, pria berkacamata ini mangatakan literasi menjadi sangat penting bagi masyarakat agar menjadi lebih peka terhadap informasi kepemiluan dalam menentukan pilihan pada Pemilu 2024 yang akan terslenggara pada 14 februari mendatang.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle