Tingkatkan Kapasitas Pengawasan Partisipatif Kader SKPP Dibekali Kemampuan Jurnalistik
|
humasbawaslumaluku – Mengarungi tahapan pemilu serentak yang tengah bergulir, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku bergegas perkuat lini pengawasan partisipatif dengan tingkatkan kapasitas para Kader SKPP. Tak sekadar dari sisi pengetahuan semata, mereka dibekali kemampuan kejurnalistikan oleh salah satu wartawan senior kenamaan Kota Ambon.
Pihak Bawaslu Maluku menyatakan, kesempatan ini menjadi momentum konsolidasi antar alumni, sekaligus menumbuhkan kembali semangat untuk turun menggerakkan simpul-simpul masyarakat dalam melakukan pencegahan adanya potensi pelanggaran. Dalam pandangan Ketua Bawaslu Maluku Subair, kapasitas para kader sudah dirasa cukup mumpuni, namun perlu tambahan motivasi dan penguatan asupan teori dari para ahli seperti Yusfitriadi, salah seorang pegiat kepemiluan dan pengembangan masyarakat Visi Nusantara.
Ada pula trik-trik dalam melakukan investigasi dari sudut pandang media. Tak kalah penting bagaimana penyelenggara dapat memonitoring personil Bawaslu Kabupaten dan Kota, khususnya menyikapi proses seleksi panwaslu kecamatan (panwascam) baru-baru ini menimbulkan polemik serta kegaduhan publik terkait isu transparansi yang menyeruak.
“Kalau kapasitas sudah mumpuni, namun secara integritas belum teruji. Loyalitas menjadi pegangan utama bagi para kader dalam meniti jalan melakukan pengawasan ke depan,” Ujar Ketua Bawaslu Maluku dalam keterangannya pada Jumat 27 Oktober 2022.
Menurutnya, selain SKPP ini, sesungguhnya ada program dari Bawaslu yang telah diterapkan, seperti halnya saka adhyasta yang menggaet kalangan pramuka turut andil melakukan pengawasan, ada pula pojok pengawasan yang dikenal dapat menjadi sumber ilmu, bagi berbagai pihak mendapatkan tambahan pemahaman mengenai giat pengawalan semarak pesta rakyat lima tahunan itu.
Dia berharap mereka dapat hadir berkontribusi ciptakan pencegahan, berhubung tahapan mulai berjalan dengan intensitas tinggi, maka akan ditingkatkan kapasitasnya. Kader-kader potensial ini menjadi harapan bagi Bawaslu, mengedepankan pencegahan bukan penindakan.
Pada kesempatan yang sama, Yusfitriadi menilai Bawaslu sedang mengkader alumni program pendidikan ini untuk menjadi pengawas partisipatif. Bahkan, bukan tidak mungkin menjadi pemantau pemilu. Diceritakannya kendala selama ini kerap dihadapi oleh pengawas, tatkala integritas benar-benar diuji. Muncul masalah saat distribusi logistik, merupakan sebuah pertanda bahwa KPU belum bekerja secara profesional.
“Pentingnya peran dan kontribusi nyata alumni SKPP, kapasitas psikomotorik perlu ditingkatkan, silakan tentukan pilihan untuk berkiprah, entah menjadi pengawas pemilu, pemantau, maupun mendirikan komunitas secara mandiri,” paparnya.
Secara terpisah, akademisi yang juga aktivis perempuan Revency Vania Rugebregt menjabarkan penringnya peran perempuan berpartisipasi dalam dunia politik. Vania biasa ia disapa, prihatin akan eksistensi kaum hawa yang masih tidak diperhitungkan.
Walaupun regulasi menjamin 30% kuota keterwakilan, di level parlemen maupun dunia internasional posisi Indonesia masih tertinggal dari Bangsa-Bangsa Asia lainnya, katakanlah Afganistan, Vietnam, Pakistan, bahkan tertinggal dari Timor Leste, Negara kemarin sore, yang melepaskan diri dari NKRI melalui referendum beberapa tahun silam pasca reformasi. Kentalnya budaya patriarki lah, disinyalir membuat keberadaan perempuan terkungkung.
Keterampilan mempublikasikan informasi, diperoleh di hari terakhir dengan menghadirkan Tajudin Buano, Wartawan Ambon Ekspress. Teknik reportase jurnalisme warga dirasa cukup tepat bagi peserta agar mampu membuat produk jurnalistik berwawasan kepemiluan dan pengawasan pemilu, tanpa mesti bergabung dalam industri media tertentu.
“Penugasan, berupa penulisan berita singkat terkait kegiatan kali ini, kirimkan kepada kami (Redaksi Ambon Ekspress), pasti difasilitasi dan diterbitkan di halaman harian,” terang Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Wilayah Kota Ambon tersebut, diikuti ulasan beberapa karya tulisan yang telah dikirimkan kepadanya.