Wujud Nyata Rumah Ibadah Dukung Pemilu Berkualitas, BKPRMI Merapat Ke Bawaslu Maluku, Menjadi Pemantau
|
humasbawaslumaluku-Adanya keinginan untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas, ditunjukkan oleh salah satu organisasi dakwah dan kepemudaan Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dengan menjadi pemantau. Hal tersebut dibuktikan dengan terakreditasinya lembaga bernafaskan islam ini oleh Bawaslu Provinsi Maluku.
Bermodalkan luasnya jangkauan yang tersebar di sebelas Kabupaten/Kota, pentolan BKPRMI Ahmad Ilham Sipahutar membeberkan pentingnya rumah ibadah berpartisipasi mengawal proses demokrasi ini, seraya melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak menentukan preferensi politik berdasarkan politik uang, sehingga pemimpin yang terpilih tidak terbebani mengembalikan ongkos politik yang tinggi terutama pada masa kampanye.
“Sinergi dan kolaborasi, partisipasi organisasi masyarakat khususnya BKPRMI, dimana kemudian memiliki jejaring, lalu secara eksplisit sama dengan angkatan muda sebenarnya kalau kita berbasis di masjid, remaja-remaja masjid, angkatan muda di gereja,” jelasnya pada prosesi penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak, Rabu (27/9).
Pria berpeci ini berharap ke depan juga akan diikuti oleh angkatan muda, sehingga rumah ibadah terlibat langsung dalam menciptakan pemilu yang berintegritas, berakhlak, profesional yang tidak terlepas dari peran anak muda religius.
Dia mengungkapkan adanya praktik politik dari pemilu ke pemilu menjadi perhatian khusus, yang mesti dilakukan pengawasan secara partisipatif melalui proses pemantauan, dapat diketahui pada saat ini uang telah mengendalikan semua lapisan, bahkan sampai menyasar pada tokoh agama yang seyogyanya dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan siraman pemahaman akan bahanya proses jual beli suara dalam memilih pemimpin kepada masyarakat.
“Karena ini (politik uang) bukan hanya di masyarakat, kan tokoh-tokoh agama kita juga berbicara uang hari ini, baik ulama maupun kemudian pendeta-pendeta kita, mudah-mudahan ini menjadi tugas kita bersama ke depan untuk memerangi bersama-sama terkait politik uang ini, sehingga lahirlah pemimpin-pemimpin ke depan itu dipilih bukan karena uang tetapi kualitas dia, karena kemampuan, visi misi dia,” tambahnya antusias.
Hal tersebut disambut baik oleh Ketua Bawaslu Maluku periode 2022-2027 Subair, mengenai perlunya kolaborasi dalam melakukan pengawasan pemilu dan pemilihan serentak 2024, dimana memiliki tantangan berbeda serta memerlukan jumlah personil pengawasan yang mumpuni tentunya. Bair beranggapan melalui sinergi yang terjalin, menjadi dukungan moril sekaligus sumber daya manusia guna menjalankan kerja-kerja pengawasan yang tengah berjalan. “Kehadiran pemantau pemilu adalah satu indikator dari sehatnya demokrasi sebuah wilayah,” tegasnya.
“Kita berharap bukan hanya BKPRMI nantinya yang akan mengawasi, tapi jika melihat dari pendaftar nasional ya, berarti sudah ada dua puluh pemantau nasional yang akan turun nanti di Maluku,” sambungnya lagi.
Tidak hanya dalam hal pemantauan pada setiap tahapan semata, pimpinan lembaga pengawas pemilu yang terkenal disiplin ini, mendorong agar memantau kinerja dari penyelenggara pemilu, keterbukaan menjadi karakter utama selain kolaborasi selama dia memegang nahkoda kepemimpinan. Dengan tidak hanya memantau proses pemilu, memantau kinerja jajaran di kabupaten/kota sampai ke tingkat TPS mesti dilakukan, sebagai komitmen Bawaslu selalu membuka keran partisipasi melalui masukan positif untuk meningkatkan kinerja.
Pemantau yang telah terakreditasi akan diberi pembinaan baik itu melalui sarana rapat koordinasi sebagai tindak lanjut, pelibatan secara aktif kegiatan-kegiatan Bawaslu. Dia meluruskan kembali perihal menjadi pemantau merupakan kegiatan bersifat kesukarelaan, sembari mengenang dirinya pernah berkiprah di Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Bone, bertindak sebagai koordinator kala itu dengan menjadi pemantau.