Lompat ke isi utama

Berita

Mahasiswa Jadi Garda Demokrasi, Bawaslu Maluku Gelar Konsolidasi Demokrasi

Kegiatan konsolidasi demokrasi bersama mahasiswa di seputaran Perumnas, Desa Poka Kota Ambon

Kegiatan konsolidasi demokrasi bersama mahasiswa di seputaran Perumnas, Desa Poka Kota Ambon

humasbawaslumaluku-Bawaslu Provinsi Maluku melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang berlangsung di Café Alkatiri, Perumnas–Poka, Kota Ambon, Selasa (10/02/26). Kegiatan ini bertujuan memperkuat penyelenggaraan dan pengawasan Pemilihan Umum di luar tahapan, dengan melibatkan unsur mahasiswa di sekitar Perumnas–Desa Poka sebagai bagian dari penguatan partisipasi masyarakat dalam demokrasi.

Konsolidasi demokrasi adalah sebuah kegiatan yang digagas oleh Bawaslu Republik Indoenesia sebagai sebuah upaya dalam memperkuat kemitraan Pengawasan Pemilu dengan masyarakat sipil dan pemangku kepentingan dalam menghadirkan Pemilu yang partisipatif, jujur dan adil.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Maluku Samsun Ninilouw, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat Stevin Melay, serta Koordinator Divisi Pencegahan, Humas, dan Partisipasi Masyarakat Daim  Rahawarin. Dalam pemaparannya Samsun mengatakan Konsolidasi demokrasi adalah sebuah kegiatan yang digagas oleh Bawaslu Republik Indoenesia sebagai sebuah upaya dalam memperkuat kemitraan Pengawasan Pemilu dengan masyarakat sipil dan pemangku kepentingan dalam menghadirkan Pemilu yang partisipatif, jujur dan adil. 

Tantangan pengawasan pemilu di Maluku kata dia membutuhkan perhatian serius, maka Konsolidasi demokrasi adalah sebuah kegiatan yang digagas sebagai sebuah upaya untuk memperkuat kemitraan Pengawasan Pemilu dengan masyarakat sipil dan pemangku kepentingan dalam menghadirkan Pemilu yang partisipatif, jujur dan adil.

Lebih lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Anggota Bawaslu Kota Probolinggo ini memandang perlu mengkonsolidasikan demokrasi dengan masyarakat sipil maupun pemangku kepentingan melalui identifikasi dan pemetaan terhadap isu-isu demokrasi dan kepemiluan aktual guna memperoleh pemahaman komperhensif mengenai dinamika, tantangan, serta potensi kerawanan yang berkembang dalam praktik demokrasi dan penyelenggaraan pemilihan umum. Untuk itu Samsun mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif

 “Bawaslu pada dasarnya bertindak sebagai pengawas, tetapi masyarakatlah yang menjadi ujung tombak penegakan demokrasi di lapangan. Karena itu, kami berharap masyarakat, khususnya mahasiswa, dapat menjadi mata dan telinga Bawaslu agar proses pemilu berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar diharapkan,” pungkasnya.

 

Penulis dan Foto : Frando

Editor : Halim. M

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle