Subair Tegaskan Politik Uang Ancaman Demokrasi, BEM Nusantara Diajak Aktif Awasi Pemilu
|
humasbawaslumaluku-Kamis (12/02/26), kegiatan Konsolidasi Demokrasi Kembali berlanjut. Bertempat di Vertical Coffe Ambon. Menyasar mahasiswa dan kalangan pemuda, kali ini Bawaslu mengambil tema “Upaya Dalam Memberantas Politik Uang”.
Kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman mengenai dinamika, tantangan, dan potensi kerawanan dalam praktik demokrasi serta penyelenggaraan pemilu. Hasilnya akan menjadi dasar bagi Bawaslu dalam merumuskan kebijakan pengawasan, strategi pencegahan dan penindakan, serta penguatan tata kelola pemilu, khususnya untuk mencegah dan menindak praktik politik uang pada setiap tahapan pemilu.
Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, Subair hadir menjadi narasumber pada kegiatan ini, selain itu, Bawaslu juga menggandeng Koordinator Daerah Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Roberto Selano sebagai pembicara.
Subair dalam paparannya menegaskan pengawasan Pemilu bukan hanya tugas Penyelenggara tetapi merupakan tanggungjawab bersama seluruh masyarakat termasuk BEM Nusantara dan Mahasiswa sebagai garda terdepan dalam memberantas Politik Uang.
Dia menyebutkan bahwa salah satu bentuk politik uang yang paling dikenal adalah “serangan fajar”. Menurutnya, kebaikan yang dibangun selama bertahun-tahun dapat dikalahkan hanya dengan satu pemberian amplop pada masa tenang. Bawaslu kata dia hadir untuk memberantas politik uang dia optimis dapat melakukan itu, tentunya ini dapat dicapai jika dilakukan secara Bersama sama.
Lebih lanjut kata dia, bahwa untuk mencapai hal tersebut, maka Bawaslu menggunakan dua pendekatan yakni melalui pencegahan, sosialisasi dan imbauan serta penindakan pelanggaran Politik Uang baik kepada pemberi maupun penerima.
“Politik uang adalah racun demokrasi yang paling mematikan. Saya mengajak teman teman yang hadir di sini untuk menjadi mata dan telinga bagi Bawaslu dalam pemberantasan politik uang guna menghasilkan pemimpin yang bersih dan berpihak kepada rakyat,” ajaknya.
Sementara itu Koordinator Daerah BEM Nusantara, Roberto Selano mengatakan non tahapan pemilu bukan masa istirahat, tetapi merupakan waktu terbaik untuk melakukan pengawasan partisipatif melalui sosialisasi kepada semua elemen masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Bawaslu tidak boleh lengah dalam memerangi politik uang karena Bawaslu adalah lembaga pengawas yang menjadi teladan bagi seluruh elemen masyarakat dalam menegakkan keadilan pemilu. Ia juga mengajak para pemuda dan mahasiswa untuk bersama Bawaslu memberantas politik uang.
Penulis dan Foto : Endo
Editor : Halim. M