Dari Kampus IAKN Ambon, Bawaslu Maluku Serukan Politik yang Merawat Persatuan
|
humasbawaslumaluku- Anggota Bawaslu Provinsi Maluku, Stevin Melay, mengajak mahasiswa menjaga persatuan dan demokrasi di era digital. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam diskusi akademik bertema “Politik Kebangsaan di Era Digital: Peran Mahasiswa Menjaga Persatuan Indonesia” yang digelar Tim Bastory Teologi Program Studi Teologi, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Senin (24/08/26).
Kepada para mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, Stevin Dalam pemaparannya menekankan penting untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok. Menurut dia, perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi dan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.
“Menjaga dan merawat persatuan diantara kita itu penting, kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.
Stevin juga menyoroti tantangan di ruang digital, seperti polarisasi politik, politik identitas, hoaks, ujaran kebencian. Ia mengingatkan mahasiswa agar kritis terhadap informasi dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum teruji dan menjadi pengguna informasi yang kritis dan tidak mudah terprovokasi.
Ia mendorng mahasiswa menjadi pelopor toleransi dan menggunakan media sosial secara bijak. “Boleh berbeda pandangan dan pilihan politik, tetapi jangan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling membenci atau menyebarkan provokasi,” ungkap Stevin.
Terkait Pemilu dan Pilkada, Stevin menegaskan bahwa menjaga demokrasi membutuhkan partisipasi masyarakat. “Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat perlu ikut mengawasi setiap tahapan dan menyampaikan informasi jika menemukan dugaan pelanggaran,” jelasnya. Bawaslu bertugas mengawasi setiap tahapan Pemilu dan Pilkada serta menangani dugaan pelanggaran yang terjadi.
Ia berharap mahasiswa ikut mengambil bagian dalam menciptakan demokrasi yang sehat melalui sikap kritis, toleransi, dan partisipasi dalam pengawasan.
Penulis dan Foto : E.L
Editor : H.M